Syarat dan Cara Menikah Terbaru yang Harus Dipenuhi Sebelum Jadi Pengantin

Untuk kamu yang akan menikah dalam waktu dekat, pasti berdebar-debar menunggu hari-H. Itu sangat wajar, mengingat ini adalah momen yang diharapkan hanya terjadi sekali seumur hidup bersanding dengan dia yang kamu cinta. Sudahkah kamu merasa yakin 100% untuk ke pelaminan? Jika iya, harus kamu ketahui sejak awal cara dan syarat daftar nikah yang harus dipenuhi sebelum menjadi pengantin :

Sumber : Bimas Islam Kemenag. Klik gambar untuk memperbesar

Data yang diperlukan :
NIK Calon Suami
NIK Calon Istri
NIK Orang Tua/Wali

Berikut dokumen-dokumen yang dibutuhkan untuk daftar nikah :

N1 - Surat Keterangan Untuk Nikah (Didapat dari Kelurahan)
N2 - Surat Keterangan Asal Usul (Didapat dari Kelurahan)
N3 - Surat Persetujuan Mempelai
N4 - Surat Keterangan Tentang Orang Tua
N5 - Surat Izin Orang Tua (Jika calon pengantin umurnya dibawah 21 tahun)

Surat Akta Cerai (Jika calon pengantin sudah cerai)
Surat Izin Komandan (Jika calon pengantin TNI atau POLRI)
Surat Akta Kematian (Jika calon pengantin duda/janda ditinggal mati)

Izin/Dispensasi dari Pengadilan Agama Apabila :
  • Calon Suami Kurang dari 19 Tahun
  • Calon Istri Kurang dari 16 Tahun
  • Izin Poligami
Izin dari Kedutaan Besar untuk WNA
Fotocopy Identitas Diri (KTP)
Fotocopy Kartu Keluarga
Fotocopy Akta Lahir

Sumber : Bimas Islam Kemenag. Klik gambar untuk memperbesar

Cara mengurus dokumen daftar nikah:


  • Calon pengantin mendatangi RT/RW untuk mengurus surat pengantar nikah; Kemudian dibawa ke kelurahan,
  • Calon pengantin mendatangi kelurahan untuk mengurus surat pengantar nikah (N1 N4); Kemudian dibawa ke KUA (Kecamatan); Jika pernikahan dilakukan di luar Kecamatan setempat, maka calon pengantin mendatangi KUA (Kecamatan) setempat untuk mengurus surat pengantar rekomendasi nikah untuk dibawa ke KUA (Kecamatan) tempat akad nikah. Jika waktu pernikahan kurang dari 10 hari kerja, maka calon pengantin mendatangi Kantor Kecamatan tempat akad nikah untuk mengurus surat dispensasi nikah.
  • Calon pengantin mendatangi Kantor KUA (Kecamatan) tempat akad nikah untuk melakukan pendaftaran nikah; Jika pernikahan dilakukan di KUA (Kecamatan), maka calon pengantin tidak dikenakan biaya alias gratis. Jika pernikahan dilakukan di luar KUA (Kecamatan), maka calon pengantin mendatangi Bank Persepsi yang ada di wilayah KUA tempat menikah untuk membayar biaya nikah sebesar Rp. 600.000,- lalu menyerahkan slip tanda setor tunainya ke KUA tempat akad nikah.
  • Calon pengantin mendatangi KUA (Kecamatan) tempat akad nikah untuk melakukan pemeriksaan data nikah calon pengantin dan wali nikah;
  • Calon pengantin melaksanakan akad nikah, di KUA (Kecamatan) atau Lokasi Nikah, untuk kemudian diakhiri dengan penyerahan buku nikah
Syarat yang harus dibawa saat ke KUA :
  • Berkas yang didapatkan dari kantor kelurahan (N1, N2, N4). Format surat keterangan N1, N2, N4 yang dikeluarkan masing-masing kantor kelurahan bisa berbeda-beda. Selain itu, di sejumlah kantor kelurahan ada yang meminta surat keterangan telah mendapatkan vaksinasi Tetanus Toksoid (TT).
  • Surat pernyataan belum pernah menikah yang ditandatangani di atas materai Rp. 6.000,-
  • Surat pengantar dari RT dan RW
  • Fotokopi KTP dan Kartu Keluarga (KK) untuk calon pengantin dan fotokopi KTP orang tua masing-masing calon mempelai
  • Pas foto calon pengantin berukuran 2x3 sebanyak 4 lembar dan 4x6 sebanyak 2 lembar. Umumnya tidak disyaratkan soal warna latar belakangnya, tapi tidak ada salahnya jika mengikuti seperti pada KTP.
  • Mendaftar pernikahan ke KUA berlaku untuk calon pengantin yang beragama Islam. Untuk calon pengantin beragama lainnya bisa mendaftar ke Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil setempat.
Di Indonesia menikah beda agama belum bisa dilakukan. Menurut Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan, perkawinan dianggap sah di mata negara jika dilakukan sesuai dengan ajaran agama masing-masing. Maka, alternatifnya adalah seperti berikut :

2 cara agar bisa menikah beda agama
  1. Meminta penetapan pengadilan
  2. Menikah di luar negeri
Cara keduanya juga cukup sulit dilakukan. Jika cara pertama, maka banyak biaya yang dikeluarkan dan belum tentu masing-masing pemuka agama menyetujui, karena berkaitan dengan ajaran agama masing-masing. Jika cara kedua, maka biaya yang harus dikeluarkan bisa lebih dari Rp. 100 juta.

1 Response to "Syarat dan Cara Menikah Terbaru yang Harus Dipenuhi Sebelum Jadi Pengantin"

  1. Ayo nikah.. nikah muda juga tidak apa-apa daripada pacaran terus semakin banyak dosa.. #2019nikah atau #2019tambahistri 😁😁😁

    ReplyDelete