Obat Pilek yang Cepat Meredakan Sakit Pilek

Tidak mengenal musim, semua orang bisa mengalami pilek kapan saja. Di musim hujan, pilek banyak menghinggapi manusia. Pilek adalah infeksi saluran pernapasan bagian atas yang disebabkan oleh virus. Sebenarnya, pilek bisa sembuh sendiri dengan banyak istirahat dan minum air putih, hanya saja, perlu waktu. Namun, jika hidung meler sampai mengganggu aktivitas anda, sebaiknya minum obat pilek segera.

Pilek? Ini obatnya. Foto : Google - Tribun Jambi Tribunnews

Pilek dan flu berbeda. Jika pilek hanya bersin-bersin dan meler ringan pada hidung, sementara flu selain bersin-bersin dan meler pada hidung, juga terdapat gejala demam tinggi, sakit kepala, nyeri otot, sampai batuk kering.


Cara mencegah flu dan pilek

Gunakan jaket (di musim dingin), masker di hidung saat beraktifitas dan cuci tangan dengan sabun dan air mengalir secara rutin atau gunakan hand sanitizer untuk mencegah dari tertular dan menularkan flu.

Cara terbaik untuk mencegah pilek adalah dengan menghindari paparan, termasuk orang yang sedang sakit dan tidak saling pinjam barang-barang pribadi secara bersamaan, misalnya sikat gigi atau handuk. Di mana pun Anda berada, sering-seringlah mencuci tangan dengan sabun untuk menghindari kemungkinan penularan virus dari berbagai benda yang Anda pegang.

Jika sudah terlanjur pilek, obat yang tepat untuk cepat mengatasi pilek adalah :

Dekongestan

Dekongestan adalah obat yang tepat untuk digunakan meredakan kongesti nasal atau hidung tersumbat yang umumnya disebabkan oleh:
  • Flu
  • Pilek
  • Sinusitis
  • Alergi

Dekongestan (pseudoephedrine) bisa melancarkan hidung tersumbat dengan mengencerkan lendir yang menyumbat hidung. Obat ini juga bekerja mengurangi produksi lendir dan mengecilkan jaringan hidung yang bengkak.

Obat dekongestan tersedia dalam bentuk sirup (diminum), pil (diminum), dan semprotan hidung (dihirup). Obat pilek dekongestan bisa Anda minum bersama antihistamin. Meski begitu, efek sampingnya jika tidak sesuai dengan resep dokter dapat membuat jantung Anda berdebar, mulut terasa kering, tremor atau gemetar, dan sulit tidur.

Contoh dekongestan yang beredar di Indonesia adalah oxymetazoline, pseudoephedrine, ephedrine, ipratropium bromide, dan phenylephrine.


Cara Menggunakan Dekongestan dengan Benar

  1. Ikuti anjuran dokter dan baca informasi yang tertera pada kemasan produk dekongestan sebelum menggunakannya.
  2. Pastikan ada jarak waktu yang cukup antara satu dosis dengan dosis berikutnya. Usahakan untuk menggunakan dekongestan pada jam yang sama setiap hari (dalam jangka waktu dosis) untuk memaksimalkan efeknya.
  3. Bagi penderita pilek yang lupa menggunakan dekongestan di jadwal minum obat, disarankan segera melakukannya begitu teringat jika jadwal dosis berikutnya tidak terlalu dekat. Jangan menggandakan dosis pada jadwal berikutnya untuk mengganti dosis yang terlewat.

Dosis Obat Dekongestan

Dosis obat dekongestan berbeda-beda tergantung dari kondisi penderita saat diperiksa oleh dokter, cara pemakaian dan usia penderita.

Untuk jenis obat dekongestan hirup, dosis yang dianjurkan biasanya 5-7 kali sehari. Dekongestan hirup tidak boleh digunakan lebih dari tujuh kali dalam sehari. Terapi dekongestan diberikan paling lama seminggu. Pemakaian obat dekongestan yang lebih dari 1 minggu dapat memperparah penyakit yang diderita.

Sedangkan pada jenis obat dekongestan yang diminum, dosis yang biasanya dianjurkan adalah 30 mg sebanyak 4-6 kali sehari untuk penderita pilek yang berusia 6-12 tahun dan 60 mg sebanyak 4-6 kali sehari untuk penderita yang berusia 12 tahun ke atas.

Peringatan penting:

  1. Bagi wanita yang sedang hamil atau menyusui, pemakaian dekongestan hanya boleh jika dianjurkan oleh dokter.
  2. Dekongestan tidak boleh digunakan oleh anak-anak berusia enam tahun ke bawah.
  3. Harap berhati-hati bagi penderita gangguan ginjal, gangguan hati, gangguan jantung, gangguan sirkulasi, hipertensi, diabetes, pembengkakan prostat, glaukoma, dan hipertiroidisme.
  4. Jangan menggunakan dekongestan bersamaan dengan obat-obatan lainnya tanpa petunjuk dari dokter karena dikhawatirkan dapat menyebabkan efek samping yang membahayakan. Salah satu contohnya adalah peningkatan tekanan darah apabila dekongestan digunakan bersamaan dengan obat penghambat monoamin oksidase (obat antidepresan).
  5. Jika terjadi reaksi alergi atau overdosis setelah menggunakan dekongestan, segera temui dokter.

Antihistamin

Antihistamin seperti diphenhydramine dapat digunakan untuk mengobati pilek dan bersin-bersin akibat alergi. Meski begitu, obat yang mengandung diphenhydramine bisa membuat mulut kering, penglihatan kabur (sementara), dan mengantuk. Maka dari itu hindari mengonsumsi antihistamin yang menyebabkan kantuk sesaat sebelum mengemudikan kendaraan atau mesin.

Obat antihistamin bekerja dengan menghambat efek senyawa histamin dalam alergi. Antihistamin dapat digunakan dalam bentuk tablet, krim, cair, tetes mata, atau semprot hidung, tergantung dari area yang terkena alergi. 

Sebagai alternatif karena efek sampingnya yang menyebabkan kantuk, Anda bisa gunakan cetirizine yang tersedia dalam bentuk tablet, sirup, dan tetes (drop). Obat ini tidak menyebabkan kantuk, tapi dapat membuat mulut kering.

Obat-obatan tersebut dapat meringankan gejala pilek untuk orang dewasa dan anak-anak usia 6 tahun ke atas. Obat-obatan pilek ini tidak boleh diberikan pada bayi, batita dan balita.

Minumlah obat sesuai petunjuk dosis yang tertera pada kemasan obat atau sesuai anjuran dokter. Jangan melebihkan dosis yang sudah ditentukan, karena tidak akan membuat pilek hilang dengan cepat.

Ingin tahu informasi seputar ilmu kesehatan terupdate dan terpercaya? Kunjungi alodokter.com dan hellosehat.com

Belum ada Komentar untuk "Obat Pilek yang Cepat Meredakan Sakit Pilek "

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel