Musim Hujan Tiba? Awas! Penyakit, Bencana Alam Sampai Sambaran Petir Mengintai

Musim hujan atau musim basah adalah musim dengan ciri meningkatnya curah hujan di suatu wilayah dibandingkan biasanya dalam jangka waktu tertentu secara tetap. Musim hujan hanya dikenal di wilayah dengan iklim tropis seperti Indonesia.

antisipasi musim hujan dengan kenali potensi bahayanya. Foto : google

Waspada penyakit yang sering dialami tubuh saat musim hujan

Dikutip dari website informasi kesehatan; hallosehat.com, berikut adalah penyakit yang sering menghinggapi tubuh ketika musim hujan tiba :

Leptospirosis

Demam tinggi, sakit kepala, mual, muntah, mata merah, menggigil, otot betis sakit, dan sakit perut adalah gejala yang menandai penyakit leptospirosis. Pada kasus tertentu, penyakit ini dapat menyebabkan gangguan hati, gagal ginjal, meningitis, hingga kegagalan pernapasan.

Leptospirosis adalah infeksi yang disebabkan oleh bakteri berbentuk spiral yang disebut Leptospira interrogans. Penyakit musim hujan ini “cukup populer” terjadi di Indonesia, biasanya dikenal sebagai penyakit kencing tikus. Anda bisa terkena penyakit penyakit ini karena menyentuh tanah atau air, tanah basah, atau tanaman yang terkontaminasi oleh urine binatang yang terinfeksi. Selain tikus, hewan yang paling sering menularkan leptospirosis adalah sapi, babi, anjing, reptil dan hewan amfibi, serta hewan pengerat lainnya.

Influenza (Flu)

Penyakit musim hujan yang paling sering terjadi adalah flu. Penyakit flu disebabkan virus influenza tipe A, B, atau C. Virus influenza bisa menyebar melalui batuk, bersin, atau dari menyentuh benda yang sudah terkontaminasi. Meski flu bersifat umum dan bisa sembuh dengan sendirinya, Anda harus tetap mewaspadai penyakit ini. Pasalnya, beberapa orang dapat menderita komplikasi dari penyakit influenza menjadi pneumonia. Penyakit flu bisa sangat berbahaya dan bisa menyebabkan kematian jika disepelekan atau tidak langsung ditangani, terutama pada anak-anak, lansia, dan orang dengan masalah kesehatan tertentu. Penyebab kematian paling sering dari komplikasi penyakit flu adalah pneumonia, yaitu peradangan alveoli pada paru-paru.

Virus flu bisa menimbulkan peradangan dan kerusakan paru-paru. Selain virus influenza, penyebab lain pneumonia adalah bakteri, jamur, atau parasit. Saat virus flu menyebar dan masuk ke area paru, kantung udara pada paru yang disebut alveoli bisa mengalami peradangan. Alveoli akan penuh dengan cairan dan nanah sehingga pertukaran karbon dioksida dengan oksigen jadi terhambat. Akibatnya, orang dengan kondisi ini akan mengalami kesulitan bernapas.

Tanpa perawatan, pneumonia akibat virus flu bisa menyebabkan penumpukan cairan di paru-paru, menyebarkan virus atau bakteri ke aliran darah, dan mengakibatkan sindrom gangguan pernapasan akut (ARDS). Jika seseorang sudah memiliki PPOK (penyakit paru obstruktif kronik), seperti bronkitis atau emfisema, maka risiko terkena pneumonia akibat virus flu jadi lebih besar.

virus flu juga bisa menyebabkan komplikasi lain, seperti: 
  • Sinusitis dan otitis media. Virus flu dapat menyebabkan sinus membengkak. Gejalanya meliputi hidung tersumbat, sakit tenggorokan, batuk, nyeri pada area hidung dan sekitar mata. Tanpa perawatan, sinus bisa menyebabkan otitis media (infeksi telinga bagian tengah). Gejalanya meliputi pembengkakan dan nyeri telinga, keluar cairan dari telinga, demam, serta kesulitan untuk mendengar.
  • Bronkitis. Penyakit ini terjadi akibat adanya iritasi pada selaput lendir bronkus di paru. Gejala yang perlu Anda waspadai adalah batuk berdahak, sesak dada, demam dan tubuh panas dingin, serta tubuh kelelahan.
  • Ensefalitis. Meski jarang, virus flu bisa memasuki jaringan otak dan menyebabkan peradangan. Kondisi ini mengakibatkan sel-sel saraf hancur, pendarahan, dan kerusakan otak.


Demam Tifoid (tipes)

Demam tifoid, atau lebih dikenal dengan penyakit tipes adalah infeksi menular yang disebabkan oleh bakteri Salmonella thyphi atau Salmonella paratyphi. Bakteri tersebut menyebar melalui makanan atau minuman yang terkontaminasi.

Jika tidak segera ditangani, pengidapnya dapat mengalami komplikasi seperti pneumonia, pleuritis, miokarditis (peradangan otot jantung), gagal jantung akut, bahkan sampai menyebabkan kematian.


Diare

Diare adalah penyakit yang ditandai dengan encernya feses yang dikeluarkan dan frekuensi buang air besar yang lebih sering dari biasanya. Bakteri penyebab diare yang paling umum contohnya rotavirus, shigella, E. coli, cryptosporidium, dan lain sebagainya.

Demam Berdarah Dengue (DBD)

DBD atau demam berdarah dengue adalah salah satu jenis penyakit menular di musim hujan yang disebabkan oleh nyamuk Aedes Aegypti dan Aedes Albopictus. Demam berdarah yang parah, atau juga dikenal sebagai dengue hemorrhagic fever, dapat menyebabkan perdarahan serius, penurunan tekanan darah yang tiba-tiba (shock), bahkan sampai menyebabkan kematian.

Malaria

Malaria adalah penyakit berbahaya akibat infeksi parasit plasmodium yang menular melalui gigitan nyamuk anopheles. Penularan penyakit ini biasanya meningkat pada saat musim hujan dan berlanjut setelahnya. Bila tidak ditangani segera, malaria dapat berkembang dan berisiko mengancam nyawa seseorang yang mengalami.

Waspada bencana yang sering terjadi di musim hujan

Banjir


Banjir adalah peristiwa yang terjadi ketika aliran air yang berlebihan merendam daratan. Banjir juga dapat terjadi di sungai, ketika alirannya melebihi kapasitas saluran air, terutama di kelokan sungai. Banjir sering mengakibatkan kerusakan rumah dan pertokoan.


Longsor


Longsor atau sering disebut gerakan tanah adalah suatu peristiwa geologi yang terjadi karena pergerakan masa batuan atau tanah dengan berbagai tipe dan jenis seperti jatuhnya bebatuan atau gumpalan besar tanah. Secara umum kejadian longsor disebabkan oleh dua faktor yaitu faktor pendorong dan faktor pemicu. Faktor pendorong adalah faktor-faktor yang memengaruhi kondisi material sendiri, sedangkan faktor pemicu adalah faktor yang menyebabkan bergeraknya material tersebut. Meskipun penyebab utama kejadian ini adalah gravitasi yang memengaruhi suatu lereng yang curam, namun ada pula faktor-faktor lainnya yang turut berpengaruh


Korsleting dan Sengatan Listrik

Di musim penghujan, tidak jarang kita sering mendengar berita tentang kecelakaan akibat tersengat aliran arus listrik. Untuk mencegah hal tersebut, mari kita lebih waspada terhadap instalasi listrik dan peralatan eletronik, khususnya yang peka terhadap air. 


Apabila ditemukan indikasi aliran air yang masuk ke rumah, langkah pertama yang penting dilakukan, antara lain :

  1. Perhatikan posisi stop kontak atau kabel rol yang berada dibawah atau dekat dengan lantai. Amankan kabel rol atau kabel ekstension yang berpotensi terendam air.
  2. Matikan peralatan listrik dan elektronik yang dekat di lantai (terutama mesin air/ jet pump) dengan mencabut kabel listrik dari stop kontak dan pindahkan ke posisi yang lebih aman,
  3. Perhatikan kondisi kabel, jangan sampai memegang kabel yang terbuka atau terkelupas

Selanjutnya, apabila rumah sudah tidak tergenang banjir, pastikan terlebih dahulu kondisi instalasi listrik (stop kontak, mesin air, dan peralatan listrik lainnya yang sempat terendam) dalam kondisi sudah kering sebelum aliran listrik dinyalakan. 

Sambaran Petir

Kewaspadaan perlu ditingkatkan saat hujan besar turun disertai petir. Kasus kebakaran alat elektronik yang tersambar petir merupakan kasus yang cukup sering ditemui. Guna meminimalisir bahaya tersebut, matikan barang eletronik dan cabut kabel dari stop kontak listrik, seperti televisi, radio dan komputer ketika terjadi hujan petir. Kita juga harus meminimalisir penggunaan telepon seluler karena benda tersebut dapat memancarkan gelombang elektromagnetik tinggi. Selain itu, jauhi peralatan yang dapat menghantarkan arus listrik seperti gagang pintu besi, atau benda lain penghantar listrik.

Bukan hanya barang elektronik, belakangan ini sering terjadi sambaran petir menyambar manusia sampai tewas. Di berbagai pemberitaan, sambaran petir biasanya menyambar orang-orang yang tidak berteduh di tempat yang aman saat terjadi hujan petir, seperti masih ditengah sawah, lapangan, bawah pohon dan jalan raya. Jika terjadi hujan petir, berteduhlah di tempat yang tidak terbuka, seperti didalam rumah maupun bangunan yang besar.

Kecelakaan Kendaraan Bermotor

Biasanya, penyebab kecelakaan kendaraan bermotor di musim hujan adalah hilang keseimbangan akibat ban kendaraan sudah gundul. Selain ban gundul, keterbatasan jarak pandang saat hujan deras turun juga menjadi salah satu penyebab kecelakaan yang sering terjadi di musim penghujan.

0 Response to "Musim Hujan Tiba? Awas! Penyakit, Bencana Alam Sampai Sambaran Petir Mengintai"

Post a Comment