Kartu Nikah Viral, Buku Nikah Tidak Lagi Berbentuk Buku Melainkan Kartu

Kementerian Agama berencana mengganti tanda bukti orang menikah dari buku nikah menjadi kartu seperti kartu tanda penduduk (KTP). Kartu tersebut akan disebut kartu nikah.


"Kami sedang terus berupaya untuk memperbarui yang kaitanya dengan manajemen pernikahan," kata Menteri Agama, Lukman Hakim Saifudin, 10 November 2018.


Menurut Menag, kementeriannya sedang menyiapkan aplikasi penunjang. Aplikasi itu bernama sistem informasi manajemen nikah (Simkah). Tujuan dari aplikasi dan kartu nikah adalah untuk menyederhanakan buku nikah yang sekarang karena tidak fleksibel untuk dibawa kemana-mana dan ukurannya cukup besar.

Jika berbentuk kartu, maka bisa dimasukkan kedalam dompet. Sehingga, pasangan suami-isteri bisa membawanya kemana-mana, misalnya, mau menginap di hotel saat berlibur, maka tidak perlu repot membawa buku nikah model lama yang ukurannya cukup besar, melainkan cukup dengan kartu berukuran seperti E-KTP atau ATM. 

Kartu nikah yang baru untuk pengganti buku nikah. Foto : Kementerian Agama
Buku nikah yang lama dan akan mulai 'pensiun' di tahun 2020. Foto : Kementerian Agama

Kartu nikah yang baru ini nantinya akan dilengkapi dengan kode quick response (QR) yang dapat dibaca dengan menggunakan barcode atau QR scanner. Kode barcode QR ini akan tersambung dengan aplikasi sistem informasi manajemen nikah berbasis website atau simkah web, untuk mengatasi potensi pemalsuan kartu nikah.
Keunggulan aplikasi Simkah Web:
  1. Mudah digunakan karena input data yang dilakukan cukup memasukan Nomor Induk Kependudukan (NIK) maka formulir nikah sudah terisi dengan data-data isian yang diperlukan dalam membuat akta nikah, buku nikah, dan kartu nikah.
  2. Aplikasi Simkah dilengkapi fitur untuk mencetak kartu nikah dan Survei Kepuasaan Masyarakat
  3. Aplikasi Simkah menyediakan menu layanan publik yang dapat diakses secara online yaitu pendaftaran nikah
  4. Aplikasi Simkah dapat diintegrasikan ke berbagai aplikasi layanan yang sesuai dengan kebutuhan seperti Aplikasi PNBP daring yang saat ini sedang dalam proses integrasi.
  5. Pelaporan data peristiwa nikah dengan variabel data yang diinput dapat ditampilkan dalam bentuk data statistik seperti data usia nikah, pendidian, dan pekerjaan.
  6. Buku Nikah dan Kartu Nikah yang akan diberikan kepada pasangan nikah diberi kode QR yang dapat dibaca dengan menggunakan barcode/QR scanner yang tersambung dengan aplikasi simkah untuk mengatasi maraknya pemalsuan buku nikah.
Kartu nikah dengan barcode ini rencananya akan berisi tentang informasi pernikahan yang bersangkutan seperti nama, nomor akta nikah, nomor perforasi buku nikah, tempat dan tanggal pernikahan.
Penerbitan kartu nikah akan dimulai dari kota-kota besar seperti Jakarta, Depok, Tangerang, Bekasi, Bandung, Surabaya, dst. Nantinya, kartu nikah yang baru ini benar-benar menggantikan peran buku nikah yang akan 'pensiun' pada 2020. 


Cara Daftar Terbaru Untuk yang Mau Menikah Siapkan :
  • NIK Calon Suami 
  • NIK Calon Istri 
  • NIK Orang Tua/Wali 
Berikut dokumen-dokumen yang dibutuhkan untuk daftar nikah :
  • N1 - Surat Keterangan Untuk Nikah (Didapat dari Kelurahan)
  • N2 - Surat Keterangan Asal Usul (Didapat dari Kelurahan)
  • N3 - Surat Persetujuan Mempelai
  • N4 - Surat Keterangan Tentang Orang Tua
  • N5 - Surat Izin Orang Tua (Jika calon pengantin dibawah 21 tahun)
  • Surat Akta Cerai (Jika calon pengantin sudah cerai)
  • Surat Izin Komandan (Jika calon pengantin TNI atau POLRI)
  • Surat Akta Kematian (Jika calon pengantin duda/janda ditinggal mati)
  • Izin/Dispensasi dari Pengadilan Agama Apabila :
  • A. Calon Suami Kurang dari 19 Tahun
  • B. Calon Istri Kurang dari 16 Tahun
  • Izin Poligami
  • Izin dari Kedutaan Besar untuk WNA
  • Fotocopy Identitas Diri (KTP)
  • Fotocopy Kartu Keluarga
  • Fotocopy Akta Lahir
Kartu nikah juga terintegrasi dengan E-KTP. Maksudnya, jika tidak membawa E-KTP, kartu nikah bisa digunakan untuk kepentingan data kependudukan yang bersangkutan.

http://simkah.kemenag.go.id juga bisa digunakan untuk melihat riwayat calon suami atau istri. Misalnya calon suami berstatus duda, maka bisa dilihat riwayat pernikahannya sudah berapa kali menikah misalnya. 

Belum ada Komentar untuk "Kartu Nikah Viral, Buku Nikah Tidak Lagi Berbentuk Buku Melainkan Kartu"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel