Melihat Trend Jilbab Kekinian yang Paling Terkini dan Trendy

Trend jilbab yang booming adalah hijab syar’i. Kebanyakan, para muslimah yang baru hijrah akan langsung memilih untuk mengenakan hijab syar’i. Sebab, mereka tidak ingin setengah-setengah dalam menutup aurat. Hijab syar’i adalah hijab yang ukurannya sangat lebar hingga bisa menutupi seluruh dada dan bisa menyamarkan lekuk tubuh sesuai dengan anjuran syari’at Islam.
ayo berbusana muslimah yang syar'i
Hijab syar’i yang trend adalah yang instan. Jadi, para hijabers tinggal memakainya dengan sekali gerakan. Hijab syar’i ini modelnya bervariasi, mulai dengan yang dilengkapi pet untuk megokohkan bentuk jilbabnya, sampai model hijab yang anti tembem. Bagi anda yang berminat untuk mengenakan hijab syar’i, anda perlu menyesuaikan juga dengan pakaian yang dikenakan. Sebaiknya, anda gunakan gamis atau long dress, lalu hindarilah pakaian berbahan kaos yang ketat serta celana jins ketat saat mengenakan hijab syar’i.


Bagi anda yang ingin menggunakan cadar, hijab syar’i juga pilihan yang tepat untuk menunjang penampilan. Sebab, walaupun ukurannya lebar, umumnya hijab syar’i dibuat dari bahan yang dingin agar penggunanya tetap nyaman.

Dalil Kewajiban Menutup Aurat

Hai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan wanita-wanita (keluarga) orang-orang mukmin, agar mereka mengulurkan atas diri mereka (ke seluruh tubuh mereka) jilbab mereka. Hal itu menjadikan mereka lebih mudah dikenal (sebagai para wanita muslimah yang terhormat dan merdeka) sehingga mereka tidak diganggu. Dan Allah senantiasa Maha Pengampun lagi Maha Penyayang
QS. al-Ahzab ayat: 59
Katakanlah (wahai Nabi Muhammad) kepada wanita-wanita mukminah, ‘Hendaklah mereka menahan pandangan mereka, dan memelihara kemaluan mereka dan janganlah mereka menampakkan hiasan (pakaian, atau bagian tubuh) mereka kecuali yang (biasa) nampak darinya dan hendaklah mereka menutupkan kerudung mereka ke dada mereka
QS. an-Nur [24]: 31
“ Hai anak Adam, sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu pakaian untuk menutup auratmu dan pakaian indah untuk perhiasan. Dan pakaian takwa itulah yang paling baik. Yang demikian itu adalah sebahagian dari tanda-tanda kekuasaan Allah, mudah-mudahan mereka selalu ingat.” 
(Q.S.Al- A’Raaf:26

Dosa Besar Tidak Menutup Aurat

Rasul pernah bercerita kepada Ali r.a. : wahai Ali pada malam mi’raj ketika aku pergi ke langit ,aku melihat wanita wanita umatku dalam azab dan siksa yang sangat pedih sehingga aku tidak mengenali mereka. Oleh karena itu, sejak aku melihat pedihnya azab dan siksa mereka, aku menangis.
Kemudian beliau bersabda: Aku melihat wanita yang digantung dengan rambutnya dan otak kepalanya mendidih. Rasulullah saw bersabda: Wanita yang digantung dengan rambutnya dan otak kepalanya mendidih adalah wanita yang tidak mau menutupi rambutnya dari pandangan laki-laki yang bukan mahram. 
Dalam peristiwa Isra’ Mi’raj, Rasulullah SAW sendiri telah diperlihatkan betapa pedihnya hukuman untuk wanita yang tidak berjilbab secara syar'i di akhirat akibat lama mengumbar aurat di dunia.
Mulai dari wanita yang terus menangis sambil meminta pertolongan tetapi tiada yang sanggup membantu. Penyebabnya semasa hidup berhias bukan untuk suaminya. Ada lagi wanita tergantung pada rambutnya dan otaknya menggelegak dalam periuk akibat tidak menutup auratnya (rambut), kemudian ada wanita yang mukanya hitam dan memanah isi perutnya sendiri akibat mengoda dan mengairahkan lelaki, sampai wanita yang dibelenggu dengan api neraka, mulutnya terbuka luas, keluar api dari perutnya akibat menjadi penyanyi dan tidak sempat bertaubat.
Sungguh Allah SWT telah memberikan peringatan akan siksa neraka bagi wanita yang menampakkan aurat. Mungkin bagi sebgaian orang, menampakkan aurat bukanlah hal yang penting, tapi sebenarnya menampakkan aurat adalah pembuka jalan zina menurut Islam. Rasulullah SAW bersabda:
“Ada dua golongan dari ahli neraka yang belum pernah saya lihat keduanya itu: pertama:  Kaum yang membawa cambuk seperti ekor sapi yang mereka pakai buat memukul orang (penguasa yang kejam); kedua: Perempuan-perempuan yang berpakaian tetapi telanjang, yang cenderung kepada perbuatan maksiat dan mencenderungkan orang lain kepada perbuatan maksiat, rambutnya sebesar punuk unta. Mereka ini tidak akan boleh masuk syurga, serta tidak dapat akan mencium bau syurga, padahal bau syurga itu tercium sejauh perjalanan demikian dan demikian.” (HR. Muslim)
Demikianlah balasan yang akan diterima oleh wanita yang suka mengumbar aurat. Bukan hanya ketika ia berjalan ke luar rumah, tapi juga ketika ia memposting foto-fotonya yang memperlihatkan auratnya. Sungguh dosanya akan terus mengalir setiap detik ketika orang lain melihat foto tersebut walaupun ia sudah meninggal.
Jika masih ada sebagian wanita berkelit dengan mengatakan bahwa ingin memperbaiki hati sebelum berjilbab, maka pikirkanlah kembali baik-baik azab yang akan diterima. Sungguh akhlak dan keimanan akan ikut dengan sendirinya jika Anda telah berjilbab. Jadilah wanita yang dirindukan surga dan wanita cantik menurut Islam dengan menjaga auratmu.

Jilbab Syar'i Menutup Aurat

Pertama kali perintah hijab atau jilbab turun adalah untuk menutup aurat. Meskipun batasan aurat sendiri belum disepakati para ulama, namun ada satu hal yang sama, yaitu yang dimaksud aurat adalah seluruh tubuh kecuali muka dan telapak tangan. Hal ini berdasarkan hadis wanita berhijab :

“Hai Asma’, sesungguhnya wanita, apabila telah sampai ke tanda kedewasaan (haidh), tidak boleh terlihat bagian tubuh kecuali ini dan ini- beliau mengisyaratkan muka dan telapak tangannya.” (HR Abu Dawud, Al Albani menghasankannya atau menshahihkannya).

Tidak Tabaruj


Tabaruj artinya berhias secara berlebihan (menor) dengan tujuan mempercantik diri dan untuk dilihat laki-laki selain mahramnya. Hal ini tentu saja bertentangan dengan tujuan awal diperintahkannya berhijab, yaitu menutup dan melindungi diri muslimah dari tatapan laki-laki terhadap tubuhnya yang dapat mencelakakan dirinya sendiri.

Berbahan Tebal

Ciri macam-macam hijab syar’i selanjutnya adalah kain yang digunakan untuk pakaian berbahan tebal. Ini untuk menghindari pakaian yang menerawang dan memnggambarkan lekuk tubuh muslimah yang menggoda. Selain itu, biasanya kain yang berbahan tipis, meskipun longgar akan melekat di tubuh muslimah dan menggambarkan bentuk tubuhnya.

Longgar

Longgar menjadi hukum memakai hijab syar’i agar fungsi menutup aurat dan melindungi tubuh muslimah. Bahan atau model pakaian yang melekat ke tubuh akan membentuk tubuh muslimah dan bertolak belakang dengan perintah berhijab agar tidak menarik perhatian.

Sederhana

Seharusnya hijab syar’i menggambarkan pribadi muslimah yang sederhana. Karena memang perintah berhijab dilakukan agar wanita menjadi bertambah keimanan dan ketakwaannya, begitu pula orang yang berjalan bersamanya. Hijab  meskipun jilbab pesta syar’i tidak perlu berwarna mencolok dengan hiasan mahal atau bermacam-macam dengan harga mahal yang menari perhatian.

Tidak Menyerupai Pakaian Wanita Kafir

Perintah menggunakan jilbab bagi wanita dalam Islam adalah agar menjadi identitas diri. Agar mudah dikenali. Jika hijab yang digunakan mirip dengan pakaian wanita agama lain, hanya berbeda dengan adanya penutup kepala atau kerudung, maka hilang fungsi aslinya. Jadi, model hijab, termasuk model hijab wisuda terbaru tidak boleh hanya mengikuti tren. Membeli pakaian hijab tidak hanya memperhatikan pemiliknya saja. Tetap harus dilihat model atau syaratnya.

Tidak Menarik Perhatian

Meskipun dengan hijab wanita muslimah menjadi lebih mudah dikenali, bukan berarti menarik perhatian. Terutama bagi lawan jenis yang dapat membangkitkan syahwat. Tidak juga menggunakan jilbab untuk meningkatkan popularitas semata.

Tidak Menggunakan Parfum

Parfum dengan bau yang wangi menyengat akan membuat perhatian orang lain tertuju padanya. Bau parfum yang wangi juga akan membangkitkan syahwat lelaki yang bukan muhrimnya. Dan banyak hadis yang melarang muslimah memakai parfum jika keluar rumah.

Hijab Tidak Seperti Punuk Unta

Jilbab yang ketat di kepala dan di leher dengan ikatan rambut tinggi di kepala dilarang dalam Islam. Hukum memakai hijab speeprti punuk unta tersebut sesuai dengan hadis di bawah ini.

“Akan muncul di akhir umatku, wanita-wanita yang berpakaian namun pada hakikatnya bertelanjang. Dia atas kepala mereka terdapat sesuatu penaka punuk unta. Mereka tidak akan memasuki syurga. Padahal bau syurga itu dapat dicium dari jarak sekian dan sekian.” (HR Muslim No: 2128)

Jilbab yang ketat di leher dan membentuk kepala bukan menunjukkan aurat yang tertutup. Hijab punuk unta yang dipakainya hanya sekedar pembungkus tubuh.

Tidak Menyerupai Laki-Laki

Ada hadis yang mengatakan Allah melaknat laki-laki yang berpakaian seperti wanita dan wanita yang berpakaian seperti laki-laki. Karena di atas disebutkan bahwa pakaian menunjukkan identitas. Identitas tersebut tersebut termasuk jenis kelamin.

Hijab yang Tidak Sesuai Syar'i

Apa saja yang bisa menyebabkan hijab jadi tidak syar’i?
  1. Model hijab, atau bentuk hijab. Seharusnya hijab itu tidak membentuk lekuk tubuh, sehingga hijab yang dipakai haruslah longgar dan luas. Tidak berbentuk huruf H tapi lebih kepada huruf A, hingga pinggul dan pinggang Muslimah tidak terbentuk.
  2. Bahan hijab. Bahan yang dipakai bukan yang tipis, sehingga transparan bila dipakai. Bahan yang dipakai juga bukan jenis bahan yang menempel ke tubuh, atau mudah membentuk lekuk tubuh seperti spandex dan jersey
  3. Cara memakai hijab. Banyak yang salah memahami bahwa hijab syar’i hanyalah pakaian atas (khimar/kerudung) dan juga pakaian bawah (jilbab/gamis), padahal ada satu lagi komponen hijab syar’i yaitu pakaian rumah (mihnah) yang dipakai di dalam gamis.

Contoh Bukan Jilbab Syar'i, Melainkan Salah Kaprah Menutup Aurat

Membentuk lekuk tubuh. X

Memakai celana menyerupai laki-laki

Membentuk lekuk tubuh

Menyerupai pakaian jahiliyah. X

Punuk unta dan transparan. X

Imbauan MUI Melarang Wanita Muslim Upload Foto ke Sosmed Karena Bisa Menimbulkan Fitnah

"Jangan memamerkan foto-foto Anda di media sosial (medsos), facebook, line, BBM, WA, dan lainnya, karena dapat berdampak negatif kepada diri sendiri dan keluarga," kata Ketua MUI Kota Palu, Zainal Abidin di Palu, Senin (18/7/2016).
Zainal melihat, wanita Muslim yang telah menikah memamerkan wajahnya serta sebagian tubuhnya di facebook, yang lebih berdampak negatif ketimbang positif.

Bahkan, sebut dia, memamerkan wajah bagi wanita Muslim yang telah menikah, dapat menimbulkan ketersinggungan suami yang kemungkinan berujung pada keretakan hubungan baik rumah tangga.

Dikarenakan ketika gambar wajah serta sebahagian tubuh wanita terpajang di medsos, maka hal itu menarik perhatian para lelaki dengan berbagai macam komentar di beranda mesos misalkan facebook.

"Saya melihat bahwa perempuan Muslim yang sudah berkeluarga justru senang mengupload foto -fotonya, dan malah lebih senang lagi dia, jika ada orang atau pengguna facebook yang berkomentar dengan kata-kata misalkan 'bunda cantik'," ucap dia seperti diberitakan Antara.

Dalam Islam kecantikan wanita hanya untuk suaminya, bukan untuk orang lain. Olehnya, wanita berdandan, bergaya hanya untuk suaminya agar hubungan keluarga lebih membaik, bukan untuk memamerkan kepada orang banyak dengan mengupload di media sosial.

Hal itu sebenarnya tidaklah menjadi masalah, asalkan foto tersebut dengan suami atau keluarga dan tidak memamerkan aurat atau hal-hal yang bertentangan dengan ajaran Islam.

Pelecehan Jilbab Menjadi Jilboob oleh Akun Palsu di Media Sosial

Imbauan MUI tepat adanya. Karena belakangan ini banyak akun akun tidak bertanggung jawab di media sosial yang mendeskreditkan kesalahan cara menggunakan jilbab dengan kata jilboob. Jilboob adalah sebutan netizen kekinian untuk muslimah yang memakai kain kerudung penutup aurat di kepala, tetapi menonjolkan bagian dada dan memakai celana jeans ketat.
ayo sadarkan teman muslimah untuk hati-hati

0 Response to "Melihat Trend Jilbab Kekinian yang Paling Terkini dan Trendy"

Post a Comment