JAV ITB Ke Tokyo Jepang Jika Menjuarai Kompetisi Cyber Tingkat Asia

Tim JAV dari ITB yang beranggotakan Jason Jeremy Iman (Teknik Informatika, 2014), Aufar Gilbran (Teknik Informatika, 2013) dan Muhamad Visat Sutarno (Teknik Informatika, 2013) itu sejak awal sudah agresif menyerang pertahanan 17 server yang digawangi tim lain. JAV berhasil mengumpulkan poin sebanyak 7.351. Tim JAV dari ITB berhasil menyerang server rivalnya sebanyak 2.266 kali.

Tim JAV yang beranggotakan tiga mahasiswa Institut Teknologi Bandung (ITB) berhasil mempertahankan gelar Cyber Jawara 2018 dalam laga final di even CodeBali, Kamis 12 Oktober 2018.

Cyber Jawara merupakan sebuah kompetisi cyber security dengan mencari celah keamanan dan memperbaikinya. Peserta pada kompetisi ini berasal dari semua kalangan, baik siswa, mahasiswa, hingga bidang profesi seperti dari TNI (Tentara Nasional Indonesia) yang juga ikut serta pada kompetisi ini. Cyber Jawara Diselenggarakan oleh Id-SIRTI/CC. Kompetisi Cyber Jawara berlangsung pada 9-12 Oktober 2018 di Hotel Padma, Legian, Bali.

Pada tahap penyisihan, terdapat 177 tim yang ikut bertanding. Kemudian, 10 tim teratas dinyatakan lolos ke final. Namun, total peserta pada babak final adalah 18 tim. 8 tim merupakan tim undangan. Tim yang diberi nama 'JAV' ini merupakan peserta final undangan karena sudah merupakan juara bertahan pada kompetisi yang sama di tahun sebelumnya. Mereka berhasil menjuarai kompetisi ini dan mewakili Indonesia ke tingkat ASEAN di ajang Cyber SEA Games dan meraih peringkat pertama. Selanjutnya, tim JAV melaju ke tingkat internasional dan meraih peringkat 8 pada ajang SECCON.

Sang juara, JAV, akan mewakili Indonesia ke kompetisi cyber tingkat Asia Tenggara di Bangkok, pada bulan Desember 2018. Jika berhasil merebut gelar juara, JAV akan maju ke kompetisi keamanan siber tingkat dunia di Tokyo Jepang dan Las Vegas Amerika Serikat.

JAV berhasil mengungguli tim Arkavidia 9 dari Universitas Indonesia (UI) yang pada laga final even CodeBali mampu menjadi tim terbaik dalam bertahan karena sukses menggagalkan 131 serangan. Namun hal itu rupanya belum cukup sehingga Arkavidia 9 finish di posisi runner up dengan skor 6.775.

"Harusnya sekarang kami lebih siap, karena sudah pengalaman mengikuti kompetisi tahun lalu di Bangkok dan Tokyo", kata Visat yang kini sudah lulus dari ITB dan bekerja di start up salah satu marketplace terkemuka di Indonesia, dalam keterangan tertulisnya, Jumat (12/10/2018).

Posisi ketiga diraih tim CUM yang juga dari ITB. Tidak seperti JAV, CUM baru pertama kali mengikuti kompetisi ini dengan skor 5.220. Posisi keempat ditempati tim Cakrabyuha dengan skor 4.708 yang dua anggotanya adalah mahasiswa STMIK STIKOM Bali, yakni Ida Bagus Budhantara dan I Ketut Pasek Asmarajaya.

Posisi kelima merupakan kejutan karena mengalahkan tim dari ITB, UGM, UI, IPB, Pusdatin TNI, dan universitas lainnya yang ikut berkompetisi. Posisi kelima ditempati tim Rules yang anggotanya dari pelajar dari SMKN 1 Dompu, SMKN 2 Surakarta dan SMKN 12 Kabupaten Tangerang.

"Kami berangkat dari komunitas, lalu dari situ kita coba untuk terus ikut kompetisi-kompetisi sejenis", kata Muhamad Alifa Ramadhan, siswa SMK 12 Kabupaten Tangerang yang masih berusia 17 tahun.
Tim JAV dari ITB. Foto  : ITB
Kemampuan anak-anak muda menguasai dunia siber sangat menjanjikan dan bisa menjadi bekal Indonesia menghadapi tantangan industri digital ke depan.

"Anak-anak muda yang menguasai dunia siber menjadi salah satu kunci pengoptimalan teknologi internet of think bagi berkelanjutannya pembangunan industri digital 4.0 di Indonesia," kata Ketua ID/SIRTII Badan Siber dan Sandi Negara Rudi Lumanto di Bali.

Menurut Rudi, jika institusi yang mengawal dunia siber Indonesia tidak digawangi oleh mereka yang paham dan memiliki kapabilitas, maka bencana siber hanya tinggal menunggu waktu saja.

"Serangan pihak-pihak yang memiliki niat jahat dari tahun ke tahun selalu meningkat secara jumlah dan kualitasnya. Sementara kondisi manajemen dunia siber di Indonesia masih jauh tertinggal dibanding negara-negara tetangga dan dunia. Anak-anak muda seperti mereka inilah yang harusnya segera dirangkul oleh negara dengan cara yang kreatif," kata Rudi.

Ia mengatakan sejauh ini mayoritas mantan peserta kompetisi Cyber Jawara direkrut perusahaan-perusahaan industri digital mancanegara, yang memang menawarkan fasilitas dan jenjang karier yang sangat menjanjikan.

0 Response to "JAV ITB Ke Tokyo Jepang Jika Menjuarai Kompetisi Cyber Tingkat Asia"

Post a Comment