Gaji Ke-13 PNS Ditambah THR, PNS 14 Kali Terima Gaji Dalam 1 Tahun

Dirjen Anggaran Kementerian Keuangan, Askolani mengatakan, besaran gaji ke-13 yang akan didapatkan PNS sebesar satu kali gaji atau take home pay.

Gaji ke-13 juga akan diberikan kepada para pensiunan PNS, hanya saja besaran untuk pensiunan hanya pokok saja. Selain itu, pemerintah juga akan memberikan tunjangan hari raya (THR) bagi PNS dan para pensiunan.

Dirjen Anggaran Kementerian Keuangan, Askolani, juga mengatakan kenaikan gaji pokok (gapok) juga akan diberikan kepada CPNS yang lolos seleksi.
Petugas di salah satu bank sedang bekerja merapikan uang. Foto : google
Rencananya pemerintah akan menaikkan gaji pokok (gapok) CPNS dan PNS sebesar 5% dan sudah masuk dalam RAPBN tahun 2019. RAPBN 2019 tinggal menunggu waktu untuk disahkan menjadi undang-undang (UU) di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Keputusan benar-benar naik atau tidak masih menunggu RAPBN 2019 menjadi Undang-Undang (UU) dan baru akan dibahas Rabu (31/10/2019) pada rapat paripurna.

Kenaikan gaji pokok buat PNS rencananya berlaku mulai 1 Januari 2019 dan berlaku untuk semua PNS di Indonesia.  Keputusan kenaikan gaji PNS dengan alasan para abdi negara ini sudah lama tidak mengalami kenaikan serta mengantisipasi inflasi.

Para guru honorer di beberapa wilayah sempat demo menolak dibukanya seleksi calon pegawai negeri sipil (CPNS) 2018. Mereka ingin pemerintah lebih dulu fokus mengangkat langsung guru honorer menjadi PNS, bukan melalui seleksi.

Menteri PAN-RB Syafruddin menganggap kondisi tersebut cukup dilematis, sebab melalui peraturan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 pemerintah sudah tegas tidak bisa lagi ada pengangkatan honorer. 

Amanat Undang-Undang, dan peraturan pemerintah, bahwa PP itu sudah mengamanatkan penerimaan CPNS/PNS itu harus melalui seleksi. Kenapa seleksi? Tujuannya adalah kita harus taat kepada aturan dan Undang-Undang. Yang kedua adalah bagaimana bangsa dan negara ini betul-betul bisa mendapatkan aparatur negara yang terbaik dari pendaftar yang baik, melalui proses seleksi yang selektif.

Upaya pemerintah untuk mengatasi masalah honorer, pemerintah pun membuka skema Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K). Lewat skema tersebut, pemerintah berupaya menjadikan pegawai honorer setara dengan PNS.

Gaji PNS dengan P3K sama. Perbedaannya, kalau PNS itu dapat uang pensiun, sementara P3K tidak dapat pensiun. Tapi bisa dapat uang pensiun, jika selama menjadi pegawai pemerintah mau ikut asuransi, asuransi pensiun (JHT). Jadi sama saja, ujung-ujungnya sama dengan PNS. Karena PNS juga gajinya dipotong untuk premi pensiun.

Lain PNS, CPNS dan Honorer, masalah buruh berkutat dengan hiruk pikuk kenaikan UMP/UMK setiap tahun.

Buruh meminta kepala daerah tidak menggunakan PP. 78 sebagai acuan kenaikan UMP/UMK setiap tahun. Buruh menginginkan Pemerintah berpijak ke UU Ketenagakerjaan No. 13 tahun 2003. 

Jika tidak mengacu PP. 78, harapan buruh adalah usulan kenaikan upah sebesar 20-25% bisa dipenuhi. Pasalnya jika mengacu PP tersebut, kenaikan upah yang direncanakan tahun ini hanya 8,03%.

Said Iqbal, Ketua Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) mengatakan, sifatnya lebih tinggi Undang-undang No. 13/2003 dibandingkan PP 78. Inflasi dan pertumbuhan ekonomi itu tidak punya pijakan.

Tanpa mengacu PP. 78 maka yang dijadikan landasan hukum adalah Undang-undang ketenagakerjaan No. 13 Tahun 2003, tepatnya pasal 88 dan 89. Aturan itu menyebutkan penetapan upah mengacu pada kebutuhan hidup layak buruh.

Berita kenaikan upah pekerja yang masif berpengaruh ke harga-harga kebutuhan pokok di masyarakat. Gaji belum naik, tetapi harga-harga sudah naik. 

Sebagai contoh, jika tahun lalu tarif jasa pangkas rambut di sebuah kota rata-rata Rp. 15.000 untuk standar barbershop, saat ini sudah melonjak menjadi Rp. 18.000. Harga cemilan ringan seperti gorengan, jika sebelumnya masih dijumpai harga Rp. 2.000 dapat 3, sekarang harganya Rp. 1.000 per gorengan. 


0 Response to "Gaji Ke-13 PNS Ditambah THR, PNS 14 Kali Terima Gaji Dalam 1 Tahun"

Post a Comment