Cara Menyelamatkan Diri Saat Gempa Berdasarkan Pengalaman

Cara Menyelamatkan Diri Saat Gempa Berdasarkan Pengalaman Saat Mengalami Kejadian Gempa Bumi 

Gempa Bumi Bisa Menimbulkan Tsunami. Foto : Google

Gempa bumi merupakan salah satu bencana alam yang sering terjadi di Indonesia dan juga di beberapa negara lain. Indonesia  terletak pada pertemuan tiga lempeng utama dunia, yaitu lempeng Australia, Eurasia, dan Pasifik yang berhimpitan dan saling menekan, sehingga memungkinkan terjadinya gempa.
Gempa bumi adalah getaran atau getar-getar yang terjadi di permukaan bumi akibat pelepasan energi dari dalam secara tiba-tiba yang menciptakan gelombang seismik. Gempa Bumi biasa disebabkan oleh pergerakan kerak Bumi. (Wikipedia)
Saat gempa mengguncang bumi, dan Anda sedang berada di lantai tertinggi dalam sebuah gedung, apa yang harus dilakukan? Naik lift ke bawah, turun melalui tangga darurat, atau diam saja di tempat?

Ketika merasakan guncangan gempa, Anda pasti berupaya menyelamatkan diri dan berlindung dari kemungkinan terjadinya tertimpa bangunan.

Berikut adalah cara menyelamatkan diri saat gempa :

1. Lindungi kepala

Yang paling utama ketika terjadi gempa adalah mengupayakan keselamatan jiwa dengan melindungi kepala dari reruntuhan/benturan. Anda bisa berlindung di bawah meja jika terlanjur terjebak dalam ruangan saat gempa terjadi untuk menghindar dari benda-benda yang mungkin jatuh seperti reruntuhan tembok bangunan maupun pecahan kaca jendela. Anda juga bisa lindungi kepala dengan bantal, helm dan benda yang ada disekitar anda seperti tas dan jaket. Jangan sekali-kali berlindung di belakang rak lemari, papan, atau benda apapun yang berat. Benda-benda tersebut bisa jatuh dan menimpa Anda ketika gempa berlangsung. Bila sudah terasa aman dari gempa, segera lari keluar rumah.

2. Tenang (Tidak Panik)

Usahakan tetap tenang/tidak panik. Bersikap tenang membuat anda bisa berpikir jernih untuk melihat situasi disekitar. Jika anda panik, maka anda akan terjebak dalam kebingungan dan bisa saja melangkah ke tempat-tempat yang justru berpotensi akan runtuh seperti bawah pohon, tiang listrik, tembok bangunan, dan pagar misalnya. Tapi jika anda bersikap tenang dan tidak panik, maka anda akan menyelamatkan diri ke tempat yang relatif paling aman saat gempa terjadi, seperti lapangan, jalan raya, dan tempat yang disekitarnya tidak ada bangunan yang menjulang tinggi. 

3. Lewat Pintu Darurat (Escape)

Jika anda sedang berada dilantai 2,3,4 dst disebuah hotel, rumah sakit, kantor, mall, apartemen, dll maka gunakanlah pintu/tangga darurat ketimbang lift. Karena kebanyakan pada kasus saat terjadinya gempa, listrik seketika padam dan lift langsung tidak berfungsi. Jika anda lari untuk menyelamatkan diri melalui lift, kemungkinan besar adalah anda terjebak didalam lift. Sementara lift sendiri tidak menjamin mampu menahan reruntuhan dari benda-benda diatasnya. Setidaknya jika anda menyelamatkan diri melalui pintu/tangga darurat (escape), anda sampai ke tempat titik kumpul yang aman. Karena setiap pintu/tangga darurat (escape) didesain bermuara ke tempat titik kumpul yang aman saat terjadi force majeur seperti gempa bumi, kebakaran, kerusuhan, dll. 

4. Lari Ke Bukit (Tempat yang Tinggi)

Jika anda tinggal di pesisir pantai, maka saat gempa terjadi, sebisa mungkin segera lari ke bukit/tanah/daratan yang paling tinggi. Apabila memungkinkan, segera menjauh 5 sampai 10 kilometer dari tepi laut jika gempa yang terjadi sangat kuat (diatas 7 SR) dan cukup sering intensitasnya (2-3 kali dalam waktu berdekatan) atau lama durasi getarannya. Hal ini untuk mengantisipasi menjadi korban dari potensi terjadinya tsunami seperti di Aceh 9,2 SR (26 Desember 2004), Pangandaran 7,7 SR (17 Juli 2006), Mentawai 7,7 SR (25 Oktober 2010) dan Palu 7,7 SR (2018). 

Hal Penting!
  1. Kenali daerah sekitar tempat tinggal (apakah termasuk rawan gempa atau tidak).
  2. Ketika masuk ke sebuah gedung atau bangunan, perhatikan di mana letak pintu keluar, tangga darurat, atau cara-cara untuk mengeluarkan diri jika sewaktu-waktu terjebak gempa/kebakaran/lainnya dalam keadaan harus menyelamatkan diri.
  3. Di dalam ruangan tempat kamu berada, perhatikan titik-titik yang aman untuk berlindung ketika gempa terjadi. Perhatikan juga tempat yang berpotensi sangat berbahaya jika gempa terjadi, seperti di dekat kaca, tiang atau pilar, lemari besar, dan lain-lain.
  4. Catat dan simpan nomor-nomor telepon penting yang harus dihubungi saat gempa terjadi seperti PMI, rumah sakit, pemadam kebakaran, polisi, saudara dekat dan lain-lain.
  5. Sebaiknya anda memiliki alat-alat kecil untuk survive seperti senter, palu, sampai handy talky mini. Senter selain berguna untuk penerangan, bisa digunakan untuk tanda emergency (sos) dengan menyorotkan berkedip kedip atau sorot panjang ke benda yang memantulkan cahaya sehingga anda bisa lebih mudah ditemukan untuk segera dievakuasi jika tertimbun reruntuhan. Palu bisa digunakan untuk memecah reruntuhan agar anda bisa keluar dari reruntuhan. Sementara handy talky bermanfaat untuk komunikasi darurat mengingat saat bencana terjadi, maka saluran telekomunikasi selular biasanya terputus. 
  6. Matikan kran air, kompor, gas, dan listrik jika selesai digunakan.
Setelah bencana gempa bumi terjadi, lakukanlah langkah-langkah berikut:
  1. Bila masih berada di dalam ruangan atau gedung, segeralah keluar.
  2. Minum air putih secukupnya untuk meredakan gemetar pada tubuh (panik).
  3. Periksalah keadaan diri sendiri, apakah ada bagian tubuh yang terluka atau tertimpa reruntuhan benda-benda.
  4. Mintalah orang dewasa untuk mematikan aliran listrik dan gas sementara waktu.
  5. Janganlah menyalakan api, untuk menghindari potensi kebakaran dari kemungkinan kebocoran gas atau tumpahan bahan bakar.
  6. Jika mampu, berilah pertolongan pertama kepada orang-orang yang berada di sekitarmu.
  7. Dengarkanlah arahan dan informasi dari Pemerintah atau sumber-sumber yang terpercaya dan bertindaklah sesuai imbauan.

0 Response to "Cara Menyelamatkan Diri Saat Gempa Berdasarkan Pengalaman"

Post a Comment