Ada UU ITE, Bijak dan Berhati Hatilah Dalam Membuat Posting Sampai Berkomentar

Ada UU ITE, Bijak dan Berhati Hatilah Dalam Membuat Posting Sampai Berkomentar di Media Sosial

Facebook, Instagram dan Youtube saat ini media sosial terbesar di Indonesia. Foto : Google

Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik/Undang Undang nomor 11 tahun 2008/UU ITE adalah undang-undang (UU) yang mengatur tentang informasi serta transaksi elektronik, atau teknologi informasi secara umum. UU ini memiliki yurisdiksi yang berlaku untuk setiap orang yang melakukan perbuatan hukum sebagaimana diatur dalam Undang-Undang ini, baik yang berada di wilayah Indonesia maupun di luar wilayah hukum Indonesia, yang memiliki akibat hukum di wilayah hukum Indonesia dan/atau di luar wilayah hukum Indonesia dan merugikan kepentingan Indonesia.

Hidup di zaman sekarang ini memang harus penuh kehati-hatian. Anugerah Allah SWT Tuhan YME yang bernama teknologi memang sudah menjelma menjadi gaya hidup masyarakat modern. Bahkan manusia masa kini lebih memilih tidak makan daripada tidak ada paket kuota internet.

Begitu pentingnya akses internet dalam kehidupan manusia saat ini. Mudahnya akses informasi membuat kita menjadi semakin cerdas dan mau menghabiskan waktu berjam-jam di depan smartphone atau laptop. Semua itu dilakukan demi mengetahui informasi dan mengetahui apa yang sedang ramai terjadi di dunia. Hingga para pengakses ini menamai diri mereka sendiri sebagai netizen.
Dengan hadirnya sosial media, semua orang bisa menjadi wartawan tanpa harus kuliah di jurusan jurnalistik bertahun-tahun, semua orang bisa menjadi fotografer tanpa harus kuliah atau mengikuti pelatihan semacamnya, bahkan semua orang bisa menjadi komentator dan saling menghina di sosial media.
Belakangan ini, banyak orang yang malah tersandung kasus hukum gara-gara "salah" dalam bermedia sosial. Ada yang dinilai menyebarkan kebencian, mengancam, dan menyebarkan informasi bohong (Hoax).

Selain rawan masuk ke ranah hukum, bermedia sosial juga seringkali menimbulkan konflik. Banyak kasus yang kemudian menjadi besar gara-gara viral di media sosial. Contoh gampangnya adalah kita bisa saja bermusuhan dengan teman di dunia nyata hanya karena perbedaan cara pandang politik yang bermula dari media sosial.
Tapi, bukan berarti media sosial menjadi sesuatu yang menakutkan. Karena kita tetap saja bisa bermedia sosial dengan aman asal tahu regulasi atau aturan mainnya. Nah, berikut hal-hal yang perlu dihindari saat menggunakan media sosial agar tidak sampai tersandung kasus hukum. Aturan itu berada di UU ITE nomor 19 tahun 2016 yang merupakan perubahan dari UU nomor 11 tahun 2008.

Penghinaan dan Pencemaran Nama Baik 

Pasal 45 ayat 3: Setiap Orang yang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan atau mentransmisikan dan atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan penghinaan dan atau pencemaran nama baik sebagaimana dimaksud dalam Pasal 27 ayat (3) dipidana dengan pidana penjara paling lama 4 (empat) tahun dan atau denda paling banyak Rp. 750.000.000,00 (tujuh ratus lima puluh juta rupiah).

Contoh kasus : Seseorang memiliki akun media sosial youtube, blog, whatsapp, bbm, facebook, twitter, instagram, dll (salah satu atau dari semuanya) mengupload postingan berupa teks, gambar, dan video atau ketiganya (teks, gambar dan video) dengan konten yang menghina/ujaran kebencian (hatespeech) terhadap orang lain dengan maksud menjatuhkan harkat martabatnya. Bukan hanya konten yang diupload saja, komentar berisi kata-kata yang memiliki arti penghinaan juga termasuk pelanggaran UU ITE Pasal 45 ayat 3 ini. Kata-kata tersebut misalnya kamu an**ng.

Kesusilaan (Po*no/Por**grafi) 

Pasal 45 ayat 1: Setiap Orang yang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan atau mentransmisikan dan atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan yang melanggar kesusilaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 27 ayat (1) dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan atau denda paling banyak Rp. 1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah).

Contoh kasus : Seseorang memiliki akun media sosial youtube, blog, whatsapp, bbm, facebook, twitter, instagram, dll (salah satu atau dari semuanya) mengupload postingan berupa teks, gambar, dan video atau ketiganya (teks, gambar dan video) dengan konten yang bermuatan melanggar kesusilaan (Po*no/Por**grafi). Misalnya mengupload gambar atau video wanita yang terbuka bagian tubuh sensitifnya sambil beradegan orang dewasa.

Berita Bohong (Hoax) yang Merugikan Konsumen

Pasal 45A ayat 1: Setiap Orang yang dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan berita bohong dan menyesatkan yang mengakibatkan kerugian konsumen dalam Transaksi Elektronik sebagaimana dimaksud dalam Pasal 28 ayat (1) dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan atau denda paling banyak Rp. 1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah).

Contoh kasus : Seseorang memiliki akun media sosial youtube, blog, whatsapp, bbm, facebook, twitter, instagram, dll (salah satu atau dari semuanya) mengupload postingan berupa teks, gambar, dan video atau ketiganya (teks, gambar dan video) dengan konten yang bermuatan berita bohong (hoax). Misalnya menulis dan atau sekaligus mengupload gambar dan video yang berisi kebohongan (rekayasa) dari suatu peristiwa yang sebenarnya tidak seperti itu kejadiannya.

Menyebarkan kebencian atau permusuhan individu dan atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan atas suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA).

Pasal 45A ayat 2: Setiap Orang yang dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan atas suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA) sebagaimana dimaksud dalam Pasal 28 ayat (2) dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan atau denda paling banyak Rp. 1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah).

Contoh kasus : Seseorang memiliki akun media sosial youtube, blog, whatsapp, bbm, facebook, twitter, instagram, dll (salah satu atau dari semuanya) mengupload postingan berupa teks, gambar, dan video atau ketiganya (teks, gambar dan video) dengan konten yang bermuatan provokasi (provokatif/hasutan). Misalnya menulis dan atau sekaligus mengupload gambar dan video yang berisi konten rasis. 

Ancaman dan Pemerasan

Pasal 45 ayat 4: Setiap Orang yang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan atau mentransmisikan dan atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan pemerasan dan atau pengancaman sebagaimana dimaksud dalam Pasal 27 ayat (4) dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan atau denda paling banyak Rp. 1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah).

Contoh kasus : Seseorang memiliki akun media sosial youtube, blog, whatsapp, bbm, facebook, twitter, instagram, dll (salah satu atau dari semuanya) mengupload postingan berupa teks, gambar, dan video atau ketiganya (teks, gambar dan video) dengan konten yang bermuatan mengancam keselamatan orang lain. Misalnya menulis dan atau sekaligus mengupload gambar dan video yang berisi konten mengancam keselamatan seseorang/kelompok. 

Perjudian

Pasal 45 ayat 2: Setiap Orang yang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan atau mentransmisikan dan atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan perjudian sebagaimana dimaksud dalam Pasal 27 ayat (2) dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan atau denda paling banyak Rp. 1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah).

Contoh kasus : Seseorang memiliki akun media sosial youtube, blog, whatsapp, bbm, facebook, twitter, instagram, dll (salah satu atau dari semuanya) mengupload postingan berupa teks, gambar, dan video atau ketiganya (teks, gambar dan video) dengan konten yang bermuatan perjudian. Misalnya menulis dan atau sekaligus mengupload gambar dan video yang berisi konten judi to**l, po**r, dll.

Jangan sampai kita berurusan dengan hukum gara-gara hal diatas. Untuk itu, berikut adalah tips bermedia sosial yang aman :

Tips Bermedia Sosial yang Aman dari Ancaman Hukum UU ITE 

Jarimu adalah Harimaumu, Status Sosmedmu adalah Identitasmu

Kita harus menimbang dan memikirkan informasi atau status apa yang hendak kita posting ke sosial media, apakah bersifat informatif, hiburan positif (bukan konten por**grafi), motivasi atau berita.
Diluar itu semua, maka konten bisa dipastikan hanya sekedar pamer, menunjukan eksistensi diri, sumpah serapah dan keluhan. Jadi, hendaknya kita lebih berhati-hati dalam berucap di kehidupan nyata maupun di sosial media (medsos).

Berfikir dan Gali Sumber Sebelum Share dan Berkomentar

Jika menemukan informasi atau kabar di internet, jangan langsung diterima mentah-mentah. Cari situs pembanding yang dirasa kredibel. Lalu pikirkan, apakah informasi itu layak untuk di share? Selain itu, hendaknya kita tidak langsung serta-merta melayangkan komentar tanpa memahami apa dan bagaimana kabar itu bisa terjadi. Hindari komentar berupa menjustifikasi orang, menghina, merendahkan, mempermainkan atau mem-post icon-icon atau gambar yang tidak pantas.

Hindari Berteman Dengan Akun Akun Berkonten Negatif 

Apakah kita sering mendapati konten negatif yang muncul di timeline media sosial? Hal ini tentu saja mengganggu karena banyaknya ujaran kebencian atau kalimat yang sarat dengan nada provokasi. Jika dirasa sudah meresahkan, kamu bisa coba untuk menghindari konten-konten negatif itu dengan memblokir atau me-report akun tersebut. Ingat, sebagai pengguna media sosial yang bijak, jangan mudah terpancing untuk ikut terlibat dalam perdebatan di kolom komentar. Hal tersebut hanya akan buang waktu dan menguras energi untuk hal yang tidak penting.

1 Response to "Ada UU ITE, Bijak dan Berhati Hatilah Dalam Membuat Posting Sampai Berkomentar"

  1. tks ilmunya persibpersija.com kita jadi lebih hati2 lagi kalau mau komentar

    ReplyDelete