Mewujudkan Perdamaian Bobotoh dan Jakmania? Bisa!

Mewujudkan Perdamaian Bobotoh dan Jakmania

Viking - The Jak Bersaudara Satu Nusa Satu Bangsa Satu Bahasa
Indonesia kebangsaankuBangsa dan Tanah AirkuMarilah kita berseruIndonesia bersatu
Penggalan lirik lagu Indonesia Raya diatas sudah jelas menyatakan bahwa sesama anak bangsa Indonesia kita harus bersatu. Kita masih bersaudara satu nusa, satu bangsa, satu bahasa, satu Indonesia. Bendera kebangsaan sama merah putih, lagu kebangsaan sama Indonesia Raya, ideologi bangsa sama Pancasila, kenapa mesti bermusuhan hanya karena persoalan kecil seperti sepakbola?

  1. Ketuhanan Yang Maha Esa
  2. Kemanusiaan yang Adil dan Beradab
  3. Persatuan Indonesia
  4. Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebjaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan
  5. Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia

Pancasila sebagai dasar negara di sila ketiga dengan jelas menekankan Persatuan Indonesia. Maka jika sepakbola menimbulkan sekat sekat sempit (fanatisme kedaerahan/kelompok yang salah kaprah) sampai menimbulkan korban jiwa (sepakbola lebih mahal daripada nyawa), sepakbola bisa ditiadakan sampai sekat sekat sempit tadi hilang.



Sepakbola di era pra kemerdekaan sangat berkontribusi menjadi salah satu sarana efektif untuk menyatukan bangsa Indonesia. Olahraga terpopuler di Indonesia ini ketika itu bisa menumbuhkan semangat nasionalisme pemuda pemuda di berbagai wilayah di Indonesia.


Setelah kemerdekaan, sepakbola Indonesia memiliki tujuan lebih mulia lagi, yaitu melestarikan persatuan Indonesia melalui pertandingan sepakbola, dimana pemain dan supporter saling mengunjungi. Ekspektasinya, bisa saling bersilaturahmi antar pemain dan supporter, meningkatkan kunjungan wisatawan agar wisata daerahnya semakin dikenal, serta saling mencicipi kuliner khas masing masing daerah. 

Realitanya belakangan ini sepakbola mulai menyeramkan ketimbang menghibur. Nyanyian rasis yang bisa memecah belah persatuan sering kita dengar didalam stadion, baju syal atribut bernada kata kata kotor berisi cacian, sampai insiden yang menyebabkan nyawa melayang karena sepakbola sudah banyak berjatuhan. Hal yang sangat menyedihkan mengingat korban dan pelaku adalah sesama anak bangsa. 

Para pendiri bangsa, para pahlawan bangsa, para pejuang kemerdekaan, dan para pendahulu kita yang sudah mengorbankan harta, jiwa dan raga untuk kemerdekaan bangsa ini pasti marah jika mengetahui generasi penerus bangsanya justru saling menaruh dendam, saling mencaci, saling menebar kebencian, saling mempersekusi saudaranya sendiri sebangsa setanah air (dan bisa jadi seagama) apalagi sampai adanya korban jiwa.

Musuh kita bersama saat ini adalah kebodohan, kemiskinan, minuman keras, narkoba, mafia, dan koruptor. 
Teman teman penggemar olahraga sepakbola, baik umum maupun yang bergabung dalam suatu wadah kelompok supporter sepakbola, khususnya Bobotoh dan Jakmania, sudah saatnya kita kembali merajut perdamaian hakiki. Kita gelorakan dan lantangkan terus bahwa adalah saudara. Kita jadikan kejadian kejadian yang lalu sebagai hikmah, bahwa tidak ada manfaatnya jika saling balas dan menyimpan dendam. #kickoutprovokator

Kita semua sebagai bangsa yang berketuhanan sebagaimana tegas tertuang dalam sila pertama Pancasila, bukan bangsa yang biadab tidak mengenal ajaran Tuhan. Tidak ada satu ajaran agama pun yang mengajarkan kebiadaban memperlakukan manusia dengan keji. Kita bukan ateis komunis, melainkan bangsa yang menjunjung tinggi nilai nilai luhur Pancasila. Kita adalah bangsa yang beradab sebagaimana amanat sila kedua Pancasila. Maka dari itu, nyawa lebih berharga daripada sepakbola. 

Gagasan mewujudkan perdamaian Bobotoh dan Jakmania

1. Moratorium pertandingan kandang tandang Persib vs Persija dan Persija vs Persib

Banyak pihak menyarankan pertandingan Persib vs Persija dan Persija vs Persib diselenggarakan diluar pulau Jawa tanpa dihadiri kedua kelompok supporter selama beberapa musim kompetisi kedepan. Kedua supporter hanya boleh menyaksikan pertandingan tim kebanggaannya dari layar televisi. Dari segi bisnis memang kurang baik bagi sponsor mengingat atmosfer pertandingan kedua tim sangat tinggi sampai dijuluki derbi Indonesia. Tetapi ini bisa menjadi salah satu upaya serius untuk memberikan efek jera kepada oknum oknum yang senang membuat kericuhan dan tidak suka dengan perdamaian.

2. Konsolidasi Pengurus Bobotoh dan Jakmania

Buat komitmen dan program jangka panjang antar pengurus Bobotoh dan Jakmania untuk terus mengedukasi anggota dan simpatisannya. Mengingat ini sudah menjadi isu nasional, maka diharapkan langsung di supervisi oleh Menpora dibantu Pemda dan unsur unsur terkait.

3. Supremasi Hukum

Hukum pelaku kriminal dengan hukuman maksimal agar memenuhi rasa keadilan bagi korban dan keluarga. Diharapkan dengan semakin tegasnya hukuman, bisa meminimalisir provokasi dan potensi balas dendam. 

4. Kampanye Damai

Turunkan, sita dan musnahkan atribut berbau rasialis. Deklarasikan perdamaian dengan kampanye akbar dipimpin tokoh tokoh panutan Bobotoh dan Jakmania. Misalnya dengan menghadirkan legenda pemain dari masing masing klub untuk mensosialisasikan perdamaian. 

Sejatinya, kita semua bersaudara satu nusa, satu bangsa, satu bahasa, satu Indonesia. Marilah, generasi muda penerus bangsa Indonesia, kita isi kemerdekaan dengan kegiatan yang bermanfaat. Jauhi minuman keras, narkoba, judi, perselisihan, caci maki, provokasi, fitnah, hoax, dan berbagai macam keburukan yang bisa mengakibatkan disintegrasi bangsa. 

Untuk semua korban yang telah berpulang, marilah kita bersama sama kirim doa, semoga amal ibadahnya diterima, diampuni segala dosa-dosanya, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan.
Jangan ada lagi korban akibat hilang akal sehat dan nurani. Kesampingkan ego untuk kepentingan yang lebih tinggi, yaitu kepentingan bangsa dan negara.
Siapa kita? INDONESIA! Siapa kita? INDONESIA! Siapa kita? INDONESIA!

Bobotoh dan Jakmania, contoh yu Kang Heru Joko (Ketua Viking Persib Club) dan Bung Ferry (Ketua Jakmania) 
Foto : vikingpersib.co.id
Febri (Persib) dan Rezaldi (Persija) contoh pemain muda yang baik

Belum ada Komentar untuk "Mewujudkan Perdamaian Bobotoh dan Jakmania? Bisa!"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel