Hati Hati Pinjam Uang Secara Online Dengan Aplikasi

Berita Viral | persibpersija.com - Hati Hati Pinjam Uang Secara Online Dengan Aplikasi 

Ilustrasi pinjam uang secara online






Komentar :
Saya juga mengalami hal yang sama, mereka bilang kita memberi izin aplikasi untuk membaca kontak. Tapi apa kita memberi izin mereka hubungi kontak kita? Kan tidak. Apa ini bs di tuntut?
wah bahaya ya, kalau download aplikasi sll ada pertanyaan ijinkan akses ke kontak & galery, ternyata fungsinya disalahgunakan, mak tolongggg mak
Ini pelanggaran hak privasi yang sangat serius. Karena bukan hanya pengguna aplikasi yg dirugikan, tetapi juga kontak hp yg menerima SMS tanpa persetujuan. Ini sih lebih parah daripada skandal pelanggaran hak privasi FB.. 👎

Saya punya pinjaman di aplikasi *** *** (PT. *** ***) sebesar Rp1 juta. Tapi saya belum membayarnya bukan karena saya sengaja tidak mau membayar. Sekarang tagihan saya sudah mencapai Rp1,7 juta. Saya sudah coba nego ke collector-nya saya mau bayar separuh dulu terus sisanya dicicil bolehtidak? tapi mereka tidak mau terima. Kondisi keuangan saya saat ini memang sedang berantakan pasca suami saya sakit dan tidak mampu bekerja.
Kolektor *** *** kekeuh kalau saya tidak bisa bayar dengan cara mencicil dan mereka bukannya menghubungi saya untuk menagih, tapi malah mengirim sms dan menelpon ke semua daftar kontak telepon yang ada di hp saya. Gara-gara hal ini nama saya sudah tercemar. Sampai ke bos saya mereka sms dan telpon. Jadinya bos saya mengira, saya pakai nomor bos sebagai emergency contact saya. Saya bisa terancam di-PHK karena ini menyangkut integritas saya di kantor.
Pinjaman KTA di bank apapun yang nominalnya lebih besar bagian penagihannya masih lebih sopan dibandingkan pinjaman-pinjaman online yang merajalela saat ini. Kalau tidak mendesak saya juga tak akan meminjam di pinjaman online.
Thanks,
I*a Da******ti
085716159***

Be**si

Itu sama saja mereka Mencemar kan nama baik kita, Bank saja tidak berani menyebarkan data nasabah mereka bahkan yang utang nya ratusan juta juga sklipun.. Laporkan ke kepolisian dgn bukti dan laporkan ke OJK. Debt collector tdk boleh menagih sebelum jam 08.00 dan diatas jam 20.00 Wib. Itu aja sdh salah.  Debt Collector adalah tindak pidana berdasarkan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana yang berbunyi seperti berikut :
1. Pasal 368 KUHP
(1) Barang siapa dengan maksud untuk menguntungkan diri sendiri atau orang lain secara melawan hukum, memaksa seorang dengan kekerasan atau ancaman kekerasan untuk memberikan barang sesuatu, yang seluruhnya atau sebagian adalah kepunyaan orang itu atau orang lain, atau supaya membuat hutang maupun menghapuskan piutang, diancam karena pemerasan dengan pidana penjara paling lama sembilan tahun.
(2) Ketentuan Pasal 365 ayat kedua, ketiga, dan keempat berlaku bagi kejahatan ini.
Penjelasan Pasal 368 adalah sebagai berikut :
a. Kejadian ini dinamakan “pemerasan dengan kekerasan” (afpersing).
Pemeras itu pekerjaannya: 1) memaksa orang lain; 2) untuk memberikan barang yang sama sekali atau sebagian termasuk kepunyaan orang itu sendiri atau kepunyaan orang lain, atau membuat utang atau menghapuskan piutang; 3) dengan maksud hendak menguntungkan diri sendiri atau orang lain dengan melawan hak. (pada Pasal 335, elemen ini bukan syarat).
b. Memaksanya dengan memakai kekerasan atau ancaman kekerasan;
1) Memaksa adalah melakukan tekanan kepada orang, sehingga orang itu melakukan sesuatu yang berlawanan dengan kehendak sendiri. Memaksa orang lain untuk menyerahkan barangnya sendiri itu masuk pula pemerasan; 2) Melawan hak adalah sama dengan melawan hukum, tidak berhak atau bertentangan dengan hukum; 3) Kekerasan berdasarkan catatan pada Pasal 89, yaitu jika memaksanya itu dengan akan menista, membuka rahasia maka hal ini dikenakan Pasal 369.
c. Pemerasan dalam kalangan keluarga adalah delik aduan (Pasal 370), tetapi apabila kekerasan itu demikian rupa sehingga menimbulkan “penganiayaan”, maka tentang penganiayaannya ini senantiasa dapat dituntut (tidak perlu ada pangaduan);
d. Tindak pidana pemerasan sangat mirip dengan pencurian dengan kekerasan pada Pasal 365 KUHP. Bedanya adalah bahwa dalam hal pencurian si pelaku sendiri yang mengambil barang yang dicuri, sedangkan dalam hal pemerasan si korban setelah dipaksa dengan kekerasan menyerahkan barangnya kepada si pemeras.
2. Pasal 369 KUHP
(1) Barang siapa dengan maksud untuk menguntungkan diri sendiri atau orang lain secara melawan hukum, dengan ancaman pencemaran baik dengan lisan maupun tulisan, atau dengan ancaman akan membuka rahasia, memaksa seorang supaya memberikan barang sesuatu yang seluruhnya atau sebagian kepunyaan orang itu atau orang lain. atau supaya membuat hutang atau menghapuskan piutang, diancam dengan pidana penjara paling lama empat tahun.
(2) Kejahatan ini tidak dituntut kecuali atas pengaduan orang yang terkena kejahatan.
3. Pasal 378 KUHP
Barang siapa dengan maksud untuk menguntungkan diri sendiri atau orang lain secara melawan hukum, dengan memakai nama palsu atau martabat palsu, dengan tipu muslihat, ataupun rangkaian kebohongan, menggerakkan orang lain untuk menyerahkan barang sesuatu kepadanya, atau supaya memberi hutang rnaupun menghapuskan piutang diancam karena penipuan dengan pidana penjara paling lama empat tahun.

Penggalan kalimat diatas adalah keresahan nasabah yang pinjam uang lewat aplikasi online. Dilansir dari mediakonsumen.com kasus tersebut ternyata bukan satu dua kali. Banyak nasabah lain yang mengalami hal serupa dan memberikan kesaksiannya di situs tersebut. Riba memang membuat masyarakat miskin. Selain dosanya yang besar, riba juga mencekik masyarakat. Bayar tepat waktu kena bunga. Bayar telat kena denda + dikejar seperti maling. Dan pelunasan dipercepat kena penalti. Mulai sekarang lebih baik menabung untuk mendapatkan sesuatu dan hindari riba. (ARP)

0 Response to "Hati Hati Pinjam Uang Secara Online Dengan Aplikasi"

Post a Comment