Hak Karyawan di PHK, Uang Pesangon, Upah dan Contoh Kasus PHK

Berita Upah |  Hak Karyawan di PHK

Uang Pesangon

Uang pesangon adalah uang yang dibayarkan oleh pemberi kerja kepada pegawai, dengan nama dan dalam bentuk apapun, sehubungan dengan berakhirnya masa kerja atau terjadi pemutusan hubungan kerja, termasuk uang penghargaan masa kerja dan uang penggantian hak.

Undang-Undang Ketenagakerjaan No.13 Tahun 2003 Pasal 156 Ayat 2 dan 3

Upah

Komponen upah yang digunakan untuk menghitung semuanya itu baik uang pesangon, UPMK (Uang Penghargaan Masa Kerja), maupun UPH (Uang Penggantian hak), adalah upah tetap yang diterima karyawan bersangkutan setiap bulannya. Upah tetap terdiri atas  :

  • Gaji pokok
  • tunjangan yang diterima dengan jumlah tetap setiap bulannya.

Karenanya, tunjangan kehadiran (insentif) yang bisa berubah-ubah jumlahnya tiap bulan, tidak termasuk dalam upah yang dimaksud.

Contoh Kasus PHK

Seorang karyawan tetap di sebuah perusahaan swasta setelah bekerja selama 5 tahun 1 bulan di PHK karena melakukan kesalahan ringan dan secara bertahap mendapatkan surat peringatan ke-1, 2 dan 3 dengan upah per bulan sebesar Rp. 3.800.000. Maka karyawan tersebut berhak mendapatkan :

1X : Uang Pesangon (UP) + Uang Penghargaan Masa Kerja (UPMK) + Uang Penggantian Hak (UPH).

Uang P
Uang PMK
X Upah Rp. 3.800.000
6 Bulan
2 Bulan
Rp. 30.400.000


Sumber : www.gadjian.com

PHK Sepihak

Pengusaha tidak dapat melakukan pemutusan hubungan kerja terhadap pekerja buruh secara sepihak atau semena-mena tanpa adanya kesepakatan atau perjanjian bersama, atau penetapan, atau izin dari instansi yang berwenang, dalam hal ini Lembaga Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial atau pengadilan.

Selain uang pesangon, karyawan yang di-PHK oleh perusahaan juga memiliki hak untuk mendapatkan Uang Penghargaan Masa Kerja (UPMK), serta Uang Penggantian Hak (UPH). Kewajiban perusahaan ini telah diatur dalam UU Ketenagakerjaan No 13 Tahun 2003 Pasal 156 Ayat 1, sebagai berikut :

Dalam hal terjadi pemutusan hubungan kerja, pengusaha diwajibkan membayar uang pesangon dan atau uang penghargaan masa kerja dan uang penggantian hak yang seharusnya diterima.

Karyawan Resign

Berbeda dengan PHK yang terjadi karena adanya inisiatif dari perusahaan, PHK yang dilakukan atas inisiatif karyawan atau pengunduran diri karyawan tidak menimbulkan konsekuensi pembayaran uang pesangon dan UPMK oleh perusahaan. Meski begitu, perusahaan tetap diwajibkan membayarkan uang penggantian hak (UPH) untuk karyawan yang mengundurkan diri. Dan, jika karyawan tersebut termasuk dari non-management committee (tugas dan fungsinya tidak mewakili pengusaha secara langsung), maka perusahaan juga akan memberikan uang pisah. Besaran dan pelaksanaan pembayaran uang pisah hendaknya diatur dalam peraturan perusahaan atau perjanjian kerja. Hal ini sesuai dengan UU Ketenagakerjaan No.13 Tahun 2003 Pasal 162.


Related Posts

Post a Comment

Subscribe Our Newsletter