Pencairan BPJS Ketenagakerjaan

Berita Penting | www.persibpersija.com - Pencairan BPJS Ketenagakerjaan

https://www.bpjsketenagakerjaan.go.id/

Berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) No 60 tahun 2015 yang mulai berlaku sejak 1 september 2015 disebutkan bahwa saldo JHT bisa diambil 10%, 30% hingga 100% tanpa harus menunggu usia kepesertaan 10 tahun atau peserta minimal berumur 56 tahun seperti yang tertera di peraturan sebelumnya (Peraturan Pemerintah/PP No 46 tahun 2015). Namun demikian ada beberapa proses dan persyaratan yang harus dipenuhi seperti berikut ini:
Jika peserta BPJS Ketenagakerjaan ingin mencairkan dana JHT Jamsostek/BPJS Ketenagakerjaan (BPJS TK) 100% maka status kepesertaan BPJS TK harus sudah non-aktif, dan penonaktifan kepesertaan BPJS TK hanya bisa dilakukan oleh perusahaan tempat peserta bekerja, BPJS TK akan dinonaktifkan jika karyawan di PHK atau Mengundurkan Diri (resign) dan iuran BPJS tidak dibayarkan lagi oleh perusahaan tempat kerjanya.

Note : Dana JHT baru bisa dicairkan 100% setelah karyawan menunggu minimal 1 bulan sejak dia meninggalkan perusahaan.

Saran : Jika karyawan di PHK atau Mengundurkan Diri (Resign), segera cairkan dana BPJS Ketenagakerjaan anda di perusahaan lama sebelum mendapatkan kepesertaan BPJS yang baru setelah bekerja kembali. 


Tampilan E-Klaim
Sistem klaim manual
  • Pencairan dana Bpjs TK secara manual selain harus rela antri kita juga harus siap dengan kebijakan lokal setiap kantor Bpjs
  • Kebijakan lokal misalnya saja hanya diberi formulir isian yang sudah dilegalisir, dan diminta harus datang lagi setelah mendapatkan pesan untuk datang dari pihak BPJS
  • Kadang ada juga pemberian kuota formulir pencairan mengingat banyaknya antrean, jika melebihi kuota harus datang lagi di hari berikutnya.

Persyaratan (Dokumen) yang perlu disiapkan terlebih dahulu :

  • Fotocopy dan Asli KTP
  • Fotocopy dan Asli Kartu Peserta BPJS TK/Kartu Jamsostek
  • Fotocopy dan Asli Kartu Keluarga (KK)
  • Fotocopy dan Asli Paklaring (surat keterangan berhenti bekerja)
  • Surat keterangan pengunduran diri yang ditujukan ke Dinasker (cukup ditandatangani dan dicap HRD perusahaan) * Jika Anda mengundurkan Diri (Resign) 
  • Fotocopy dan Asli Buku Tabungan Bank (Identitas Buku Tabungan Harus Sesuai dengan E-KTP, KK dan Kartu Peserta BPJS TK/Jamsostek). 
Jika klaim offline anda diminta untuk menyerahkan copy dokumen klaim, maka pada proses e-klaim, dokumen tersebut di scan dan di lampirkan dalam formulir isian (dokumen offline dan online yang dibutuhkan adalah sama).

Sistem Online E-Klaim di Website/Aplikasi Smartphone BPJS TK

Layanan Informasi dan Klaim Saldo JHT BPJS Ketenagakerjaan

BPJSTKU adalah layanan untuk peserta khusus tenaga kerja untuk mendapatkan informasi Saldo JHT dan Rincian Saldo JHT tahunan. Tersedia juga informasi Profil perserta, simulasi Saldo JHT dan Formulir pengajuan klaim secara online. 
https://sso.bpjsketenagakerjaan.go.id/login.bpjs

Link diatas adalah link resmi e-klaim BPJS Ketenagakerjaan.

Cara Mengisi E-Klaim BPJS Ketenagakerjaan

  • Nomor E-KTP    : isi nomor identitas sesuai E-KTP Anda, jumlahnya ada 16 digit;
  • Nama lengkap   : isi dengan nama lengkap sesuai dengan E-KTP;
  • Tanggal lahir     : isi dengan tanggal lahir, formatnya DDMMYY. Contoh: 170815;
  • Nomor KPJ       : isi dengan nomor KPJ Anda, jumlahnya 11 digit;
  • Alasan klaim     : pilih menu drop down yang tersedia;
  • Nomor ponsel   : isi dengan nomor ponsel yang masih aktif.
  • Alamat e-mail    : isi dengan alamat e-mail yang masih aktif dan Anda pakai.
Note :  Lewat Nomor Handphone dan e-mail ini Anda akan mendapatkan kode verifikasi atau PIN.
Setelah selesai, anda akan masuk ke tahap memasukkan kode verifikasi atau PIN.
Kemudian, masukkan kode verifikasi atau PIN yang dikirim lewat SMS atau ke alamat e-mail yang tadi di input. Selanjutnya, masukkan nama dari pemilik rekening, nama bank, serta nomor rekening Anda. Terakhir, unggah dokumen-dokumen penting yang sudah Anda scan sebelumnya. 

Surat keterangan berhenti bekerja seharusnya dibuat dan diberikan oleh kantor perusahaan anda bekerja sebelumnya. Namun jika kantor anda sudah tidak aktif atau tidak kooperatif alias malas berurusan lagi dengan ex-karyawannya, maka solusi yang bisa dilakukan adalah anda bisa legalisir surat keterangan berhenti bekerja sendiri dengan cara membuat paklaring sendiri di dinas tenaga kerja (disnaker) yang berada satu lokasi dengan perusahaan anda.
PENTING !!! Ketika membuat surat keterangan berhenti bekerja (Paklaring) biodata anda dan juga tanggal anda keluar harus sama dengan yang sudah tercatat di kantor BPJS TK, jika berbeda, maka akan ditolak.
Agar bisa dilampirkan dalam formulir online, maka format scan dari semua dokumen tadi harus berupa : 
.jpeg, .jpg, .png, .bmp, atau .pdf.
Unggah semua dokumen yang sudah di scan tersebut ke formulir e-Klaim. Jika sudah selesai, maka anda tinggal menunggu kabar gembira dari BPJS Ketenagakerjaan.
Jika isian data yang anda lakukan sudah lengkap dan benar, akan muncul pemberitahuan lewat e-mail yang memberitahukan bahwa data anda telah berhasil direkam dan sedang dalam proses persetujuan [nama kantor cabang Jamsostek yang Anda pilih].
Tahap verifikasi BPJS Ketenagakerjaan biasanya membutuhkan waktu selama 1 x 24 jam. Silahkan anda tunggu sampai ada informasi lanjutan lewat e-mail. Jika e-mail konfirmasi lanjutan sudah anda dapatkan, silahkan di cetak dan Anda akan diminta untuk datang ke kantor cabang dengan membawa dokumen asli serta salinannya.
Setelah tiba di kantor cabang BPJS Ketenagakerjaan, tunjukkan dokumen serta e-mail konfirmasi pada petugas. Karena anda melalui jalur online, antrian Anda tidak akan terlalu lama. Proses selanjutnya Anda akan dipanggil untuk mengurus proses transfer saldo BPJS Ketenagakerjaan yang membutuhkan waktu normal 10 hari kerja sampai dana JHT dikirim ke rekening Anda.

hubungi 1500910 jika ada kendala.

Kredit & Testimoni : Cermati

0 Response to "Pencairan BPJS Ketenagakerjaan"

Post a Comment