OTT KPK di Lapas Sukamiskin

Berita Viral | OTT KPK di Lapas Sukamiskin

Benarkah? Buktikan benar atau tidaknya disini : youtube.com/watch

Gaji yang relatif banyak ketimbang profesi lain, jabatan yang dihormati bawahan dan seragam yang dihormati masyarakat ternyata tidak membuat cukup untuk biaya hidup seorang oknum Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) di Kota Bandung, Jawa Barat.

Wahid Husein, Kalapas Sukamiskin | Foto : Google/detik.com

KPK memulai lidik kasus ini pada bulan April 2018. Setelah berhasil mengumpulkan sejumlah bukti permulaan, KPK berhasil melakukan operasi tangkap tangan pada Jumat (20/7/2018) malam hingga Sabtu dini hari.

Dikutip dari berita kompas.com, bersumber dari Konferensi Pers Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), berikut kronologi lengkap OTT KPK terhadap Kepala Lapas Sukamiskin, Wahid Husein. 

Jumat (20/7) pukul 22.15 WIB Tim KPK menangkap Wahid dan istrinya Dian Anggraini, di kediaman mereka di Bojongasang, Bandung. KPK juga mengamankan mobil Mitsubishi Triton Exceed warna hitam, mobil Mitsubishi Pajero Sport Dakar warna hitam, uang sebesar Rp 20.505.000 dan 410 Dolar AS. Setelahnya, Wahid dan istri langsung dibawa ke Lapas Sukamiskin.

Sabtu (21/7) pukul 00.00 WIB KPK menangkap Hendry Saputra, staf Wahid di kediamannya di Rancasari, Bandung Timur. Di sana KPK mengamankan uang sebesar Rp 27.255.000. Ia juga dibawa tim ke Lapas Sukamiskin.

Pada waktu yang sama, KPK menangkap narapidana korupsi Fahmi Darmawansyah di selnya. KPK mengamankan uang sebesar Rp 139.300.000 dan sejumlah catatan sumber uang. Menurut KPK, Fahmi pelaku utama yang menyuap Wahid guna mendapatkan fasilitas dan izin khusus untuk keluar lapas. KPK menemukan fasilitas mewah seperti AC, kulkas, televisi, di sel Fahmi. KPK kemudian bergerak ke sel Andri Rahmat, napi kasus pidana umum yang diduga membantu Fahmi melancarkan aksinya menyuap Kalapas. Andri juga diamankan, beserta sejumlah uang senilai Rp 92.260.000, 1.000 Dolar AS, dan dokumen pembelian dan pengiriman mobil Mitsubishi Triton berikut kuncinya. 

KPK lalu menuju ke 3 sel atas nama narapidana Charles Jones Messang, Fuad Amin, dan Tubagus Chaeri Wardana. Namun keberadaan Fuad dan Tubagus tidak diketahui sehingga sel mereka disegel oleh KPK. Tim membawa Wahid dan istrinya, Hendry, Fahmi, dan Andri ke gedung KPK untuk pemeriksaan awal. Sabtu (21/7) pukul 00.30 WIB Tim menuju kediaman istri Fahmi, yaitu Inneke Koesherawati di Menteng, Jakarta Pusat.

Sabtu (21/7) pukul 20.00 WIB KPK menggelar jumpa pers dan mengumumkan Wahid, Fahmi, Hendry dan Andri sebagai tersangka. Wahid dan stafnya sebagai penerima suap diduga melanggar Pasal 12 huruf a atau huruf b atau Pasal 11 atau Pasal 12 B UU Pemberantasan Tindak PIdana Korupsi Sedangkan Fahmi dan Andri sebagai penyuap disangkakan melanggar Pasal 5 ayat 1 huruf atau huruf atau Pasal 13 UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP jo Pasal 64 ayat 1 KUHP. Keempat orang tersebut juga sudah ditahan oleh KPK. Sementara istri Wahid dan Fahmi yang berstatus sebagai saksi sudah dilepas oleh lembaga antirasuah.

Tarif Sel Berkisar Rp. 200 - 500 Juta

Tarif jual beli sel sebagai "kamar hotel" menurut Wakil Ketua KPK Saut Situmorang berkisar Rp 200 hingga Rp 500 juta.

"Sejauh ini informasi yang kami peroleh, tarif berkisar Rp 200-500 juta. Jadi, jika sudah menempati ruangan lalu mau nambah apa lagi, ada (biaya) tambahan lagi," ujar Saut dalam konferensi pers di Gedung KPK, Jakarta Selatan, Sabtu (21/7/2018).
Saut meyakini, sel dengan fasilitas kamar hotel di Lapas Sukamiskin tidak hanya berjumlah satu. Namun, pihaknya baru mendapati sel mewah yang dihuni Fahmi Darmawansyah, narapidana pemberi suap pengadaan alat satelit monitoring di Badan Keamanan Laut (Bakamla).
Selain memberi pelayanan tambahan di sel narapidana, Saut mengatakan, ada perlakuan diskriminasi yang didapatkan antara narapidana korupsi dengan narapidana umum.
Menurut Saut, narapidana bisa keluar masuk Lapas Sukamiskin jika memberi uang pelicin.

Beredar Video Dugaan Kuat Kondisi Sel Mewah di Salah Satu Kamar Sel Lapas Sukamiskin

Sumber : Google

Sumber : Google

0 Response to "OTT KPK di Lapas Sukamiskin"

Post a Comment